Pages

KembaraKopi #7: Bali (Bagian I)


Ubud, Bali
Libur pergantian tahun ini diisi dengan mengunjungi pulau tempat bersemayam dewa-dewi. Sebuah destinasi yang lengkap dengan lanskap pegunungan hingga pesisir yang menawan. Menjadikan Bali sebagai deretan daerah penyumbang devisa negara terbesar dari sektor pariwisata. Turis mancanegara menjadi pemandangan yang tidak asing lagi di kawasan ini.

Mau liburan sambil menikmati kopi-kopi dari Pulau Dewata? Kopitala.com punya beberapa rekomendasi tempat ngopi yang wajib dikunjungi di Bali. Simak!


Seniman Coffee Studio, Ubud (@senimancoffee)

Seniman Coffee Studio
Berangkat dari Denpasar yang hangat menuju kawasan Ubud yang lebih sejuk. Melaju dengan motor sewaan dan hanya berbekal Google Maps untuk menikmati secangkir kopi di Seniman Coffee Studio Bali. Perjalanan dari menuju ke Ubud ini terbilang lancar tetapi sedikit macet ketika sudah dekat dengan lokasi. Terlebih diberlakukan one way di beberapa titik sehingga kami harus putar balik dan sedikit lawan arah untuk mencapai tujuan.


Akhirnya kami sampai di gerai kopi yang digagas oleh David Sullivan dan Rodney Glick pada tahun 2011. Seniman Coffee Studio terletak di Jalan Sriwedari No. 5, Ubud, yang siang itu sudah ramai akan pengunjung yang memenuhi bangunan utama di mana pusat kegiatan seduh menyeduh dan transaksi berlangsung. Tidak hanya pengunjung yang ramai tetapi interior ruangan yang bernuansa kayu tersebut riuh warna-warni akan ragam produk kemasan roasted beans, teh dan cokelat premium, merchandise, mesin espresso, peralatan seduh manual, dan di dinding-dindingnya terpampang rincian menu single origin yang ditawarkan.

Dikarenakan sedang di Bali, maka pesanan kopi pun single origin Bali Kintamani. Mengejutkan ketika melihat kopi disajikan di atas baki yang memanjang seperti tongkat baseball dengan permukaan yang datar berisi cangkir kopi, gelas kecil berisi air mineral, dan sepotong kue kering. Agak ngeri membayangkan pramusaji membawa baki panjang tersebut jika sedang ramai pengunjung.


Seniman Coffee Studio tidak hanya menjual single origin roasted beans, teh dan cokelat premium serta merchandise. Di seberang gerai kopi ini terdapat Tetap Happy Coffee Roasters yang menjadi tempat menyangrai kopi sekaligus toko yang menjual berbagai peralatan seduh manual dan mesin espresso, beragam ukuran gelas, kaos, cold brew, sabun yang diolah dari kopi hingga kursi goyang andalan mereka, Bar Roker Chair.  


Titik Temu Coffee, Seminyak (@titiktemubali)

Titik Temu
Tak perlu waktu lama untuk membuat Titik Temu dikenali. Pemiliknya merupakan dara muda bersuara merdu yang jadi idola seantero negeri yang belum lama ini bikin patah hati para lelaki, Raisa. Bersama teman-teman dari berbagai latar belakang, Raisa membangun Titik Temu di Jalan Cendana No. 1, Seminyak. Dengan konsep semi-outdoor, Titik Temu menawarkan interior kayu di bagian dalam dan nuansa kebun di bagian luar.


Matahari sedang terik-teriknya kala itu. Memasuki Uma Seminyak seperti oase di tengah gurun. Nuansa sejuk menyergap seketika dari sepoi angin dan rimbun pepohonan di taman. Titik Temu terletak di sebuah bangunan terintegrasi yang di dalamnya terdapat toko seni, restoran, dan café.



Pengunjung dimanjakan dengan banyak pilihan tempat untuk menyeruput kopi. Bangunan Titik Temu terdiri dari dua lantai di mana bagian atas terdiri dari meja lesehan dan tempat duduk berundak serupa tangga dilengkapi meja-meja kecil; di bagian luar (taman) terdapat meja dan bean bag, dan bagian dalam di lantai dasar seperti gerai kopi pada umumnya dengan dinding-dinding kaca dan interior bernuansa industrial minimalis. Pelayanan yang bersahabat membuat siapapun yang datang merasa nyaman untuk berlama-lama ada di sini.  


Hungry Bird Coffee Roaster, Canggu (@hungrybirdcoffee)

Hungry Bird Coffee Roaster
Toko kopi yang satu ini sudah tidak asing lagi di telinga para pegiat kopi. Peramu kopi di Hungry Bird Coffee Roaster (HBCR) telah menjadi langganan juara kompetisi kopi skala nasional. Di perhelatan Indonesia Coffee Events, Restu Sadam Hasan berhasil meraih juara pertama pada tahun 2017 untuk regional Eastern Championship pada kategori Indonesia Latte Art Championship (ILAC) dan juara kedua di kategori dan regional yang sama pada tahun 2018. Selain itu, ada Michail Seno Ardabuana pemenang kategori Indonesia Brewers Championship (IBrC) di Eastern Championship tahun 2017 dan juara ketiga di tahun 2018 untuk kategori dan regional yang sama.

Michail Seno Ardabuana
HBCR mulai menyeduh sejak 2012 dan merambah ke dunia sangrai kopi di 2013. Sebuah rumah di Jalan Raya Semat (Jalan Perancak) No.86, Canggu, dimodifikasi menjadi sarang bagi para pecandu kopi. Buka sejak pagi jam 08.00-17.00 WITA dan selain tempat ngopi, sarang ini juga jadi tempat sarapan, brunch, dan santap siang favorit wisatawan mancanegara.

Siang di awal Januari 2018 itu, perusahaan listrik negara sedang memadamkan aliran listrik di daerah Canggu. Otomatis sarang ini terasa panas tanpa mesin pendingin. Mesin espresso juga tak bisa beroperasi. Sudah jauh-jauh datang harus menghadapi kondisi darurat seperti ini.

Hebatnya, barista dan kasir gerai kopi ini masih tersenyum melayani para pengunjung yang datang dan meminta maaf akan kondisi yang kurang nyaman tersebut. Beberapa bule juga masih tampak bertahan menyeruput kopi mereka.


Mencoba single origin hasil sangrai HBCR, yaitu Gayo Kering Gading yang diseduh langsung oleh Michail Seno Ardabuana. Secangkir kopi hangat yang nikmat dengan harga terjangkau, Rp 25.000. Berbeda dari gerai kopi Jakarta di mana harga kopi lokal dan kopi internasionalnya terpaut jauh. HBCR membanderol harga kopi internasional sama dengan harga kopi lokalnya. Sungguh menggoda untuk mencicipi secangkir kopi lagi. Akhirnya, Tanzania Oran Agri Peaberry menjadi pilihan berdasarkan rekomendasi Seno. Ia pun menyeduh kopi rekomendasinya tersebut. Namun, pria ini merasa kurang memberikan hasil seduh yang maksimal. Seketika, ia menggiling ulang biji kopi yang sama dan menyeduh kembali dengan teknik yang sepertinya berbeda. Seduhannya yang terakhir memang lebih baik daripada yang sebelumnya.

Tanpa terasa matahari kian meredup. Terik berganti dengan sejuk angin sore. Gerai kopi ini pun berbenah. Jam operasional segera berakhir.

Akan ada rekomendasi tempat ngopi lainnya di #KembaraKopi #7: Bali (Bagian II). Nantikan artikel berikutnya ya!

Jika ada tempat ngopi yang wajib buat dikunjungi, share di kolom komentar!

5 comments:

  1. Replies
    1. Terima kasih sudah mampir, Mas Way :)

      Delete
  2. Sudah pernah coba Kopi Serius di Solo, mbak? Asyik tempatnya, single originnya juga banyak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya belum nih. Kalau ke Solo, nanti akan mampir ya. Terima kasih rekomendasinya :)

      Delete
    2. Mampir di sini juga sebelum melipir ke Solo, mbak

      https://jelajahlangkah.wordpress.com/2018/05/21/ngopi-kelas-dunia-di-pawon-luwak-coffee/

      Recommended!

      Delete