Pages

Review Buku: Kopi Kita: Geliat, Hype, dan Karut-marut Masalahnya karya Moelyono Soesilo

Kopi Kita: Geliat, Hype, dan Karut-marut Masalahnya

Perkembangan industri kopi satu dekade belakang terbilang menarik dan penuh dinamika. Dari kopi sachet sampai kafe mewah bergelimang kenyamanan mewarnai geliat kopi masa kini. Melalui buku berjudul Kopi Kita: Geliat, Hype, dan Karut-marut Masalahnya, Moelyono Soesilo mencoba menangkap berbagai fenomena-fenomena yang muncul di industri kopi, khususnya kopi spesialti. 

Buku ini berisi pandangan Moelyono Soesilo, seorang global coffee expert, terhadap industri kopi spesialti dari hulu hingga hilir. Seperti judulnya, Moelyono bertutur akan geliat, hype, sampai kelindan masalah yang kerap terjadi di industri kopi dengan bahasa yang ringan sehingga cukup mudah untuk dipahami pembaca yang awam akan topik ini. 

Fisik buku ini bersampul warna merah dengan cangkir kopi yang di dalamnya ditulis judul utama. Terdiri dari 166 halaman dengan 23 bab-bab pendek. Di setiap awal bab terdapat ilustrasi terkait bab tersebut dan di dalamnya disisipkan foto-foto dari arsip pribadi penulis. 

Di bagian awal, penulis yang kini menjadi CFO PT Filosofi Mandiri bercerita tentang perkembangan dan ekosistem kopi, baik di Indonesia maupun dunia lewat gelombang kopi yang biasa disebut First Wave, Second Wave, dan Third Wave. Dijelaskan juga secara singkat proses pascapanen kopi yang menyebabkan adanya variasi rasa pada kopi yang dihasilkan. 

Pria kelahiran Semarang, 10 Februari 1971 ini juga membahas mengenai tren kopi literan yang marak akibat pandemi yang menghantam industri kopi di hilir. Selain itu, ada pembahasan mengenai ready to drink (RTD) coffee yang berkembang di Jepang. Selanjutnya, ahli yang sudah 30 tahun berkecimpung di dunia kopi ini mulai membahas tentang industri hulu kopi terkait dengan perkebunan kopi rakyat, standarisasi dan sertifikasi kopi, pemanfaatan teknologi, sistem ijon pada rantai bisnis trading kopi, dan tragedi kopi Luwak. 

Di bagian akhir, sepertinya disisipkan topik-topik yang terbilang acak, seperti membahas laju industri kopi Vietnam yang berkembang dengan pesat. Kemudian, ada bahasan tentang peran perempuan di Gayo dalam meningkatkan kualitas kopi lewat koperasi, pengaruh global warming, sampai pemurnian dan pemuliaan kopi. Buku ini ditutup dengan bab berjudul Menuju Ekosistem Kopi yang Lebih Baik

Secara umum, buku ini cocok untuk peminum dan pegiat kopi yang ingin mengetahui kondisi industri kopi di Indonesia. Akan tetapi, alangkah lebih baik jika buku ini ditambahkan data-data yang mendukung setiap pernyataan yang ditulis sehingga terdapat gambaran yang lebih lengkap. Selain itu, di tiap akhir bab, penulis berharap banyak pada pemerintah untuk memperbaiki ekosistem kopi yang kondisinya jauh dari ideal. Semoga buku ini dapat menjadi acuan bagi kementerian atau lembaga terkait untuk memfasilitasi perubahan-perubahan yang diinginkan demi masa depan industri kopi yang lebih baik. 

Penulis: Maria Anastasia
Jakarta, 22 Juli 2022.


No comments:

Post a Comment